WILAYAH BINAAN PRODI D3 KEPERAWATAN BLITAR
MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA BIDANG KESEHATAN DI DESA JIMBE KECAMATAN KADEMANGAN KABUPATEN BLITAR

By Liza Eri Widyawati 31 Agu 2022, 15:08:44 WIB berita
WILAYAH BINAAN PRODI D3 KEPERAWATAN BLITAR

Keterangan Gambar : Sambutan Para Tokoh Masyarakat dalam kegiatan MMD


Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) adalah kegiatan yang dilakukan melalui pertemuan antara perwakilan desa bersama tokoh masyarakat dan aparat pemerintahan untuk membahas hasil survei mawas diri (SMD) dan rencana penyelesaian masalah kesehatan sesuai hasil SMD. Tujuan MMD ini antara lain mengenalkan kepada masyarakat tentang masalah kesehatan yang terjadi diwilayah desa Jimbe dan sepakat menyusun rencana kerja pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan yang ditemukan sesuai hasil SMD.

MMD di desa Jimbe kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar dilaksanakan di Balai desa Jimbe pada hari Rabu 24 Agustus 2022 yang berlangsung selama 4 jam (08.00-12.00 WIB) dan dihadiri oleh Kepala Puskesmas Kademangan, Ketua Program Studi, Dosen dan Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Blitar, Sekretaris desa Jimbe, Kepala dukuh, Tokoh masyarakat, Pengurus PKK, Kader kesehatan, dan Pengurus kelompok masyarakat (lansia dan balita).

beberapa sambutan di sampaikan salah satunya Sambutan Ketua Program Studi D3 Keperawatan Blitar Dr. Ns. Sri Mugianti, S.Kep., M.Kep, Dalam sambutannya beliau memperkenalkan tim dosen dan tendik serta mahasiswa yang hadir dalam forum MMD. Selain itu beliau juga menjelaskan tentang pengertian, tujuan dan tatacara pelaksanaan MMD Desa Binaan ini.

di teruskan sambutan Kepala desa Jimbe yang diwakilkan kepada Sekretaris desa bapak Agung Sulistyo S.Sos. Dalam sambutannya beliau memperkenalkan beberapa petugas yang ditunjuk untuk memandu jalannya musyawarah. Selain itu beliau juga menghimbau seluruh peserta agar berperan aktif untuk mengemukakan pendapat serta berkontribusi dalam penetapan masalah sampai penyelesaian masalah yang sedang terjadi didesa Jimbe melalui forum musyawarah ini.

Data fokus dari hasil presentasi pada sejumlah sampel SMD ditemukan sebanyak 356 Keluarga, dengan  kelompok umur terbanyak antara 25-34 tahun  (32.02% atau 114 jiwa). Keluarga yang memiliki riwayat Hipertensi sebanyak 25% (89 jiwa). Penderita hipertensi melakukan pengobatan teratur hanya 4,2% (15 jiwa). Sesuai KS 2018 terdapat 154 jiwa menderita hipertensi, sedangkan sesuai KS 2022 pada 356 Keluarga sebanyak 36 jiwa menderita hipertensi dan 57% (21 jiwa) dari jumalah tersebut minum obat tidak teratur. Hasil pengukuran IMT dan adanya risiko PTM pada anggota keluarga diperoleh data 12% (41 jiwa) dalam kategori gemuk dengan risiko PTM kategori sedang, dan 29% (103 jiwa) kategori obesitas dengan risiko PTM kategori berbahaya. Selain itu kebiasaan keluarga yang tidak pernah mengkonsumsi makanan asin hanya 30% (107 jiwa). Keluarga yang mempunyai kebiasaan melakukan latihan fisik dalam seminggu > 3 kali hanya 14% (50 jiwa). Perilaku mereka juga lebih sering duduk dan tidak berkeringat sebanyak 30% (107 jiwa) kategori banyak diam, sedangkan terbangun waktu malam saat tidur > 3 kali seminggu 54% (129 jiwa) dan mengalami susah tidur > 3 kali seminggu sebanyak 20% (71 jiwa).

Dari data fokus tersebut peserta musyawarah menemukan dan menentukan serta sepakat untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada di masyarakat dengan prioritas Risiko hipertensi tutup acara musawarah.

keterangan gambar : penandatanganan berita acara hasil musyawarah

oleh : Mujito, A.Per.Pen., M.Kes




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment