▴Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat▴ - Peningkatan Kapasitas Kader dan Monitoring Pencatatan Pelaporan Penilaian Kader Desa Klepu
- Edukasi Pemantauan Tumbuh Kembang Balita Melalui Pengabdian Masyarakat di Desa Klepu
- GERMAS di Desa Plosokandang, Kabupaten Tulungagung, 30 Agustus 2025
- Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Desa Keniten Menjadi Nol
- GERMAS di Desa Jabon, Kabupaten Mojokerto, 7 Juli 2025
- GERMAS di Desa Banaran, Kabupaten Tulungagung, 29 Juni 2025
- GERMAS di Desa Sumberagung, Kabupaten Nganjuk, 20 Juli 2025
- GERMAS di Desa Bakung, Kabupaten Blitar, 13 Juli 2025
- GERMAS di Kelurahan Panancangan, Kota Serang, Banten, 13 Juni 2025
- GERMAS di Kabupaten Blitar, 1 Juni 2025
Penelitian Kerjasama dengan BRIN dan Universitas Brawijaya di Bangkalan Madura
Penelitian Kerjasama Poltekkes Kemenkes Malang

Keterangan Gambar : Foto Kegiatan Pelaksanaan
Kondisi stunting di Jawa Timur berdasarkan hasil SSGI tahun 2021 rata-rata prevalensi stunting sebesar 23,3%, wilayah tertinggi di Kabupaten Bangkalan, Madura sebesar 38,9%. Percepatan penurunan stunting membutuhkan inovasi untuk dapat memperjelas determinan stunting sehingga intervensi yang dilakukan mengarah pada penyebab utama dari masalah stunting.
Berdasarkan hasil dan analisis data penelitian menunjukkan bahwa penyebab stunting di Kabupaten Bangkalan terkait dengan faktor penyebab langsung dan tidak langsung dari stunting yaitu penyakit infeksi pada balita (penyebab langsung) dan faktor tingkat pendapatan, pendidikan, sanitasi lingkungan, sosial budaya pola asuh balita(penyebab tidak langsung), ujar Ketua Penelitian Ibnu Fajar, M.Kes.
Penelitian mengenai stunting ini dilaksanaka dari bulan Maret s/d Agustus tahun 2022, dalam pelaksanaan kegiatan ini Poltekkes Kemenkes Malang bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB) bersama Kementerian Kesehatan RI. Mengusung judul penelitian " Peran Sinergisitas Unsur Pentahelix dan Pola Asuh Balita dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting di Jawa Timur".






