Peningkatan Kapasitas Kader dan Monitoring Pencatatan Pelaporan Penilaian Kader Desa Klepu
Wilayah Binaan Desa Klepu, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

By Admin 23 Sep 2025, 21:24:12 WIB berita
Peningkatan Kapasitas Kader dan Monitoring Pencatatan Pelaporan Penilaian Kader Desa Klepu

Keterangan Gambar : Peningkatan Kapasitas Kader dan Monitoring Pencatatan Pelaporan Penilaian Kader Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.


Malang, 18 September 2025 — Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Jawa Timur, melakukan pengabdian masyarakat wilayah binaan Jurusan Keperawatan di Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Kamis (18/9/2025). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Jurusan Keperawatan ini melibatkan dosen, tenaga kependidikan, PLP Laboratorium, mahasiswa, dan warga. Adapun temanya tentang Pemberdayaan keluarga dalam upaya pencegahan stunting dan deteksi dini diabetes melitus.

“Kegiatan ini bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi khususnya aspek Pengabdian kepada Masyarakat, yang merupakan wujud peran serta Poltekkes Kemenkes Malang dalam menunjang program pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan cegah stunting,” tegas Ketua Jurusan Dr. Erlina Suci Astuti, S.Kep. Ners. M.Kep.

Erlina menjelaskan tujuan pengabdian masyarakat ini selain untuk meningkatkan kesehatan balita terutama dalam mencegah dan mengatasi stunting, juga meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam memberikan penyuluhan kepada keluarga dan masyarakat.

Keberhasilan program kesehatan di tingkat desa sangat bergantung pada kualitas para kader Posyandu sebagai ujung tombak. Menyadari hal ini, Poltekkes Kemenkes Malang mendedikasikan sebagian dari program pengabdian masyarakatnya di Desa Klepu untuk meningkatkan kapasitas para kader kesehatan setempat.

Kepala Desa Klepu, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Siswanto menyampaikan terima kasih atas peran serta Poltekkes Kemenkes Malang turut membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Desa Klepu.

“Desa Klepu memiliki tiga dusun dan jumlah penduduk lebih dari 8 ribu jiwa yang rata-rata penduduknya adalah petani tebu, kopi, dan cengkeh,” katanya.

Sebanyak 27 ibu dan balita juga 30 orang kader kesehatan desa sebagai peserta begitu antusias mengikuti kegiatan sampai akhir. Mereka bergembira terutama ibu yang memiliki balita mendapatkan pelayanan kesehatan untuk anaknya. Mereka juga berterima kasih mendapatkan penyuluhan kesehatan yang sangat berguna dalam mencegah stunting pada balitanya.

Demikian juga ibu-ibu kader kesehatan bersemangat mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas. Mengingat kegiatan ini telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat, maka kegiatan akan dilanjutkan 10 Oktober 2025 dengan kegiatan monitor evaluasi balita stunting, edukasi ibu hamil dan deteksi dini diabetes melitus.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment