▴Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat▴ - Peningkatan Kapasitas Kader dan Monitoring Pencatatan Pelaporan Penilaian Kader Desa Klepu
- Edukasi Pemantauan Tumbuh Kembang Balita Melalui Pengabdian Masyarakat di Desa Klepu
- GERMAS di Desa Plosokandang, Kabupaten Tulungagung, 30 Agustus 2025
- Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Desa Keniten Menjadi Nol
- GERMAS di Desa Jabon, Kabupaten Mojokerto, 7 Juli 2025
- GERMAS di Desa Banaran, Kabupaten Tulungagung, 29 Juni 2025
- GERMAS di Desa Sumberagung, Kabupaten Nganjuk, 20 Juli 2025
- GERMAS di Desa Bakung, Kabupaten Blitar, 13 Juli 2025
- GERMAS di Kelurahan Panancangan, Kota Serang, Banten, 13 Juni 2025
- GERMAS di Kabupaten Blitar, 1 Juni 2025
GERMAS di Pondok Pesantren Nurut Taqwa Kabupaten Banyuwangi, 14 Desember 2024
GERMAS di Banyuwangi

Keterangan Gambar : GERMAS di Pondok Pesantren Nurut Taqwa Kabupaten Banyuwangi bersama Poltekkes Kemenkes Malang dan Komisi IX DPR RI
Banyuwangi, 14 Desember 2024 — Guna meningkatkan kesadaran akan bahaya Penyakit Tidak Menular (PTM) dan pentingnya deteksi dini, Poltekkes Kemenkes Malang melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Puslitmas), bekerja sama dengan Komisi IX DPR RI, menggelar Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Aula Pondok Pesantren Nurut Taqwa, Cemoro, Songgon, Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Moh. Wildan, A.Per.Pen., M.Pd, Direktur Poltekkes Kemenkes Malang; Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, MA, anggota Komisi IX DPR RI (yang hadir secara daring); serta Sri Winarni, S.Pd., M.Kes, Kepala Puslitmas. Narasumber berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dan Polkesma. Kegiatan ini diikuti lebih dari 600 peserta, terdiri dari santri, kader posyandu, ibu PKK, tenaga kesehatan, dan warga sekitar.
Rangkaian Acara dan Penyampaian Materi
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan registrasi dan pemeriksaan PTM oleh petugas dari Dinas Kesehatan. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama.
Sri Winarni membuka rangkaian acara dengan laporan kegiatan. Sambutan pembukaan disampaikan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Malang, dilanjutkan dengan pemaparan dan dukungan kebijakan dari Komisi IX DPR RI yang menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif dalam mencegah PTM.
Materi utama disampaikan oleh narasumber dari Dinkes Banyuwangi dan Polkesma, yang mengangkat pentingnya deteksi dini, pengendalian faktor risiko, dan perubahan gaya hidup di lingkungan keluarga maupun pesantren. Sesi diskusi berjalan aktif dan disambut antusias oleh peserta.
Waspadai PTM dan Pentingnya Deteksi Dini di Lingkungan Komunitas
PTM seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan stroke masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensinya terus meningkat. PTM bersifat tidak menular, namun bisa dicegah dengan pengendalian faktor risiko dan pemeriksaan rutin.
Sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam memperluas edukasi kesehatan hingga ke lingkungan pesantren, agar kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan perilaku hidup sehat tertanam sejak dini dalam kehidupan para santri dan masyarakat sekitarnya.
Tujuan dan Harapan Kegiatan
- Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko dan bahaya PTM
- Mendorong kesadaran untuk melakukan deteksi dini secara berkala
- Menanamkan kebiasaan hidup sehat berbasis komunitas dan keluarga
- Membangun sinergi antara masyarakat dan institusi dalam pencegahan PTM
Langkah Nyata Menuju Kesehatan Komunitas yang Berkelanjutan
Sosialisasi GERMAS di Ponpes Nurut Taqwa ini menjadi langkah nyata dalam menyentuh langsung komunitas religius dan masyarakat umum melalui edukasi kesehatan. Kolaborasi Poltekkes Kemenkes Malang dan Komisi IX DPR RI menunjukkan bahwa pendekatan lintas sektor sangat penting dalam mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya hidup sehat.
Dengan semangat preventif dan partisipasi aktif masyarakat, GERMAS diharapkan menjadi gerakan yang terus tumbuh dan mengakar kuat di seluruh lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren.






