▴Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat▴ - Peningkatan Kapasitas Kader dan Monitoring Pencatatan Pelaporan Penilaian Kader Desa Klepu
- Edukasi Pemantauan Tumbuh Kembang Balita Melalui Pengabdian Masyarakat di Desa Klepu
- GERMAS di Desa Plosokandang, Kabupaten Tulungagung, 30 Agustus 2025
- Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Desa Keniten Menjadi Nol
- GERMAS di Desa Jabon, Kabupaten Mojokerto, 7 Juli 2025
- GERMAS di Desa Banaran, Kabupaten Tulungagung, 29 Juni 2025
- GERMAS di Desa Sumberagung, Kabupaten Nganjuk, 20 Juli 2025
- GERMAS di Desa Bakung, Kabupaten Blitar, 13 Juli 2025
- GERMAS di Kelurahan Panancangan, Kota Serang, Banten, 13 Juni 2025
- GERMAS di Kabupaten Blitar, 1 Juni 2025
GERMAS di Kabupaten Nganjuk, 6–7 Mei 2023
GERMAS di Kabupaten Nganjuk

Keterangan Gambar : Kegiatan GERMAS oleh Poltekkes Kemenkes Malang dan Komisi IX DPR RI di Kabupaten Nganjuk
Nganjuk, 6–7 Mei 2023 — Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM), Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Polkesma) melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Puslitmas), bersinergi dengan Komisi IX DPR RI, kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kabupaten Nganjuk. Dua lokasi menjadi tempat pelaksanaan kegiatan yaitu Balai Desa Rowoharjo, Kecamatan Prambon pada 6 Mei, dan Monumen dr. Soetomo, Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret pada 7 Mei 2023.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Polkesma Dr. Moh. Wildan, A.Per.Pen, M.Pd; Kepala Pusat Puslitmas Sri Winarni, S.Pd., M.Kes; perwakilan Komisi IX DPR RI Yahya Zaini yang diwakili oleh Tenaga Ahli Sam’ Kurniawan; serta narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Evi Effendi Tri C, SKM, M.Kes. Tak kurang dari 600 peserta dari berbagai kalangan masyarakat seperti kader posyandu, ibu PKK, tokoh masyarakat, dan warga umum ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.
GERMAS sebagai Upaya Komprehensif Cegah PTM
Penyakit Tidak Menular seperti hipertensi, stroke, diabetes, dan kanker terus mengalami peningkatan di Indonesia. Data Riskesdas 2018 menunjukkan lonjakan prevalensi PTM dibandingkan tahun 2013. Ancaman PTM diperparah oleh rendahnya cakupan vaksinasi dan masih adanya masyarakat yang enggan menerima vaksin COVID-19, terutama mereka yang memiliki penyakit komorbid.
Melalui kegiatan GERMAS ini, masyarakat diedukasi tentang pola hidup sehat, pentingnya deteksi dini, serta pencegahan penyakit melalui penerapan perilaku sehat dan dukungan vaksinasi. Dalam setiap sesi, peserta tampak antusias mengikuti diskusi dan menyampaikan pertanyaan seputar faktor risiko dan cara pencegahan PTM dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi Strategis dan Edukasi Berbasis Komunitas
Kegiatan sosialisasi berlangsung sejak pagi hingga sore, dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, hingga sambutan dari Ketua Puslitmas dan Direktur Polkesma. Paparan materi dari perwakilan DPR RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menjadi inti kegiatan, disusul dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif.
Rangkaian kegiatan ini tak hanya menjadi sarana edukasi, namun juga wadah memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi, legislatif, dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan tangguh.
Komitmen Berkelanjutan untuk Masyarakat Sehat
Melalui kegiatan ini, Polkesma dan Komisi IX DPR RI menegaskan komitmen bersama dalam transformasi kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif. Edukasi kesehatan yang dilakukan secara langsung kepada komunitas diharapkan mampu menumbuhkan budaya hidup sehat, meningkatkan deteksi dini PTM secara mandiri, serta memperkuat daya tahan masyarakat terhadap berbagai ancaman penyakit di masa depan.






